16 Mei 2008

42 ATAU 45 GENERASI

Kalau kita membaca sejarah dalam Tawarikh, kita akan menemukan bahwa dari Abraham sampai pada Kristus sebenarnya ada empat puluh lima generasi. Lalu mengapa Matius hanya menyebut empat puluh dua saja?

Kita perlu mengenal bahwa Matius tidak mencatatnya seturut sejarah, melainkan menurut doktrin. Sebaliknya, tulisan Yohanes menurut sejarah, sebab Yohanes menulis Injilnya menurut kejadian-kejadian sejarah. Berdasarkan sejarah, ada empat puluh lima generasi, tetapi berdasarkan maksud doktrin Matius, ada empat puluh dua generasi. Pastilah mengandung maksud doktrinal bahwa Matius mengungkapkan empat belas generasi dari Abraham sampai pada Daud, dan empat belas generasi dari Daud sampai pada pembuangan, dan empat belas generasi lainnya dari pembuangan sampai pada Kristus.

Ini bukan berarti Matius kurang akurat dan teliti. Tiga generasi diabaikan karena mereka tidak memenuhi syarat, dan satu generasi tidak memenuhi syarat dan disingkirkan. Tetapi ada seseorang yang ajaib, yaitu Raja Daud, memenuhi syarat secara ganda. Ia menjadi dua generasi, sebagai penutup bagian yang satu dan sebagai pembuka bagian yang lain. Ia mendatangkan posisi raja, karena kerajaan berdiri melalui dia. Jadi, karena Daud terhitung sebagai dua generasi, maka silsilah Kristus ini bisa terdiri dari empat puluh dua generasi dalam tiga bagian, masing-masing empat belas generasi.